Kiat-kiat agar dikaruniai anak shalih

  1. Siapkan ilmu dan amal sebelum menikah. QS. 66:6. Untuk menjaga dari neraka, perlu ilmu dan amal.
  2. Pilih pasangan yang shalih/shalihah. Pernikahan laksana bercocok tanam. QS: 7:58, 24:26.
  3. Berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak shalih. QS 16:72, 2:187, 37:100, 3:38, 21:89, 71:10-12.
  4. Berdoa sebelum senggama agar anak lahir terhindar dari setan. QS. 7:89.

    ( بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا )

    “Bismillah (dengan nama Alah), Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkan syetan dari apa yang engkau rizqikan kepada kami (anak).”

  5. Berdoa dan membentengi anak dari setan saat anak lahir. QS. 3:36.
  6. Rutin membaca Al-Baqarah dirumah agar setan tidak masuk.
  7. Beri nama yang baik
  8. Mentahnik, mengunyah kurma, kemudian dimasukkan ke mulut bayi dan menggosok-gosokkannya ke langit-langit mulutnya.
  9. Ibu menyusui bayinya. Jangan disusukan wanita yang kafir, durhaka, dan tidak mengerti. QS. 2: 233.
  10. Aqiqah bila mampu.
  11. Khitan.
  12. Ajarkan aqidah yang benar. QS. 31:13.
  13. Ajarkan Sunnah Nabi Salallahu alaihi wasallam, hindarkan dari bid’ah. QS. 59:7.
  14. Tumbuhkan kecintaan kepada Allah, Yang menciptakan, memberi rezeki, makan, minum, pakaian, mengampuni, Yang menjadikan seseorang cinta kepada keimanan, Yang menjadikannya sebagai anak muslim yang shalih, dan nikmat lainnya. QS: 165.
  15. Ajarkan mengenal dan mencintai Nabi Salallahu alaihi wasallam, kepribadian dan sifat-sifat beliau yang mulia. QS. 33:21, 68:4, 3:31.
  16. Ajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan apa yang dipahami dan diamalkan sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan ulama setelahnya yang mengikuti mereka dengan baik. QS: 4:115.
  17. Biasakan memakai pakaian syar’i yang menutup aurat sejak dini, jangan pakaian tipis dam tidak menutupi aurat. QS. 33:59.
  18. Perintahkan shalat di awal waktu. Ajak anak laki-laki selalu berjama’ah di masjid. QS: 20:132, 19:55. 31:17.
  19. Pisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan.
  20. Buat suasana agar anak-anak cinta dan senang dengan Al-Qur’an.
  21. Ajarkan cara beribadah yang benar seperti wudhu, shalat, puasa, dzikir san lain-lain.
  22. Didik, latih, arahkan, dan biasakan anak senantiasa berdzikir, selalu merasa diawasi Allah, selalu tumbuh rasa takut kepada Allah, sehingga menenangkan jiwa dan menghalau godaan iblis. QS: 57:4, 50:16-18.
  23. Ajarkan kewajiban menuntut ilmu. QS: 39:9, 58:11, 17:26, 16:43.
  24. Biasakan anak-anak membaca doa sehari-hari, adab dan sunnahnya, ajarkan berakhlaq mulia sejak dini.
  25. Ajarkan meminta izin bila ingin masuk ke kamar tidur orang tua pada waktu sebelum shubuh, di tengah hari dan setelah isya. QS: 24:58-59.
  26. Ajarkan agar tidak masuk ke rumah orang lain sebelum minta izin dan meberi salam. QS: 24:27-29.
  27. Sekolahkan di sekolah/lembaga pendidikan Islam yang sesuai sunnah dengan guru yang shalih.
  28. Berkomunikasi dengan sekolah dan bekerjasama dengan guru agar mereka menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan anak yang shalih dan menanyakan kepada anak-anak sejauh mana meeka memahami dan mengamalkannya.
  29. Usahakan pembantu rumah tangga yang shalihah dan sopir yang baik agama dan akhlaknya. QS. 16:71.
  30. Jangan menyerahkan pendidikan anak kepada pembantu atau pengasuh atau orang lain yang tidak islami dan jauh dari ajaran Islam.
  31. Banyak menangis dalam doa untuk anak, terutama pada 1/3 malam terakhir, agar dikaruniai keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah, dan anak-anak shalih. QS. 46:15, 14:40, 52:21, 13:23.
  32. Minta kepada orang-orang shalih yang masih hidup (bukan yang sudah mati), yang benar aqidah, ibadah dan manhajnya untuk mendoakan anak-anak. Undang mereka ke rumah dan mendekatkan keluarga kepadanya. QS. 9:119.
  33. Nasihati dengan kelembutan dan sekali-kali dengan ketegasan dalam rangka mendidik. QS. 3:159.
  34. Berbicara dengan bahasa perasaan yang menyentuh, dengan halus dan lembut, seperti: “Ayah sangat menyayangimu, mengkhawatirkanmu terkena adzab Neraka, kamu tidak akan menemukan orang yang menasihatimu seperti ayah, kamu adalah belahan jiwa ayah, kamu adalah darah daging ayah, ayah tidak akan membiarkanmu disiksa di Neraka, ayah menginginkanmu di Surga bersama ayah, insya Allah, dan ayah tidak akan membiarkanmu selamanya menjadi bahan bakar Neraka Jahannam”. Nasihati sebagaimana QS. 31:33
  35. Biarkan anak melihat air mata orang tua saat mengigatkan panasnya Neraka dan pedihnya siksa Allah dan mengajak selalu berbuat baik dan menetapi jalan menuju Surga. QS. 52:26-28.
  36. Nasihati dengan rahasia (berdua), tidak di depan orang lain serta pilih waktu yang tepat.
  37. Jika anak itu kafir, kuatkan kesabaran dalam memohon hidayah kepada Allah untuk anak. Tetapi tidak boleh memintakan ampunan dan rahmat untuk anak yang masih kafir. Qs. 9:113, 2:153, 28:56.
  38. Sering ajak ke majlis taklim yang sesuai sunnah.
  39. Sering berkomunikasi dan berdiskusi dengan anak tentang permasalahan mereka.
  40. Pantau perkembangan keimanan, pendidikan, kesehatan  anak, dan lain-lain.
  41. Sering-seringlah anak melihat amal shalih anak shalih yang lain, atau baca buku kisah anak atau orang yang berbakti kepada orang tua. QS. 19:14, 71:28, 11:120.
  42. Carikan teman yang shalih, jauhkan dari pergaulan yang buruk, sibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat. QS. 4:69, 18:28, 25:28-29, 43:67.
  43. Sering ingatkan kenikmatan Surga dan kengerian Neraka. QS. 32:17, 43:71.
  44. Ingatkan dahsyatnya kematian dan tumbuhkan rasa takut terhadap su’ul khatimah (kesudahan yang buruk), serta tumbuhkan harapan akan khusnul khatimah (kesudahan yang baik), dan tanamkan keyakinan adanya kehidupan setelah mati.
  45. Biasakan ziarah kubur atau menghadiri shalat jenazah dan penguburannya.
  46. Biasakan mendatangi tempat yang bisa membuat hati peka, mudah tersentuh, seperti mengunjungi orang sakit, yang tertimpa musibah, miskin, dan lain-lain.
  47. Biasakan mengunjungi toko buku yang sesuai syaria’at atau pameran buku Islam.
  48. Biasakan berekreasi ke tempat yang menambah iman, ilmu dan pengalaman, atau melatih ketrampilan, keberanian dan kecerdasan.
  49. Biasakan bersilaturahim ke sanak famili dan kerabat terdekat.
  50. Ingatkan hakikat dunia yang fana serta kekal abadinya akhirat. QS 40:39, 28:77.
  51. Tidak segera memberi hukuman tapi ditanya terlebih dahulu apa penyebabnya dan berikan solusinya. QS. 64:14.
  52. Beri hukuman mendidik jika anak membuat pelanggaran atau kesalahan.
  53. Jangan mengancam dengan hukuman yang sifatnya hanya menakut-nakuti tanpa dilaksanakan dan tidak mungkin dilaksanakan.
  54. Jangan menghukum secara kolektif kepada seluruh anak karena kesalahan 1 orang anak
  55. Jangan menghukum anak jika terjadi pertengkaran diantara kedua orang tua
  56. Ajarkan selalu meminta maaf jika ada perkataan atau perbuatan salah dan beri kesempatan memperbaikinya.
  57. Berikan tugas-tugas rumah dan lain-lain agar terlatih dan mandiri, bertanggung-jawab dan selalu mencari solusi yang tepat bagi masalah yang dihadapi.
  58. Jangan manjakan dan mengasihi secara berlebihan dan menuruti semua kemauannya.
  59. Sekali-kali beri hadiah jika anak ta’at atau iming-imingi dengan hadiah jika mau melaksanakan kebaikan syari’at.
  60. Raih “cinta dari anak”
  61. Sediakan perpustakaan untuk menambah iman dan ilmu di rumah.
  62. Jangan membedakan 1 anak dengan anak lainnya dalam pemberian hadiah, hibah, perhatian, dan lain-lain dan bersikaplah adil. QS. 42:49-50.
  63. Ajarkan saling menolong dalam kebaikan dan kebenaran dengan jiwa pengorbanan agar timbul kebersamaan dan senasib sepenanggungan. QS. 5:2.
  64. Beri keteladanan berkata dan beramal kebaikan dan menjauhi larangan. QS. 61:2.
  65. Selalu memberi nafkah seperti makanan, minuman dan kebutuhan lainnya dari yang halal dan baik. QS. 4:9)
  66. Tidak membicarakan aib atau kesalahan anak kepada orang lain.
  67. Tidak menyepelekan, meremehkan maksiat dan kesalahan kecil tanpa memberi nasihat dan pengarahan.
  68. Banyak baca buku pendidikan anak yang sesuai sunnah.
  69. Jangan membebani dengan target atau sesuatu yang tidak mampu mereka lakukan. QS. 2: 286.
  70. Ketahui dan fahami karakter, watak dan sifat setiap anak. Jangan menuntut agar anak bersikap seperti layaknya orang dewasa.
  71. Pindah ke rumah lain jika terdapat lingkungan atau pergaulan yang buruk.
  72. Tidak menyediakan sarana atau fasilitas yang bisa menjatuhkan dalam kemaksiatan. Jauhkan dari melihat dan mendatangi sesuatu yang dapat dendatangkan dosa dan keburukan.
  73. Jika mampu ajak berhaji atau umrah.
  74. Sering-sering mengingatkan, menceritakan pahala yang akan diraih jika ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. QS. 33:70-71, 4:14, 32:20.
  75. Ajarkan dan memotivasi agar berbakti kepada orang tua selama masih hidup. QS. 31:14, 17:24.
  76. Ajarkan apa saja yang harus dijauhi agar tidak durhaka kepada orang tua selama masih hidup. QS. 17:23.
  77. Ajarkan apa saja yang bisa dilakukan agar berbakti sesudah orang tua meninggal.
  78. Sering mengingatkan dan menceritakan pahala yang akan diraih jika berbakti kepada orang tua.
  79. Sering mengingatkan dan menceritakan ancaman atau akibat yang akan diterima jika durhaka kepada orang tua.
  80. Sekali-kali berikan pujian jika anak memiliki keutamaan yang baik, akhlaknya, kesungguhannya, dan lain-lain.
  81. Bermusyawarah dengan ulama, da’i, atau pendidik yang berpengalaman dalam pendidikan, kondisi, permasalahan dan pola pikir anak.
  82. Melarang anak perempuan menyerupai anak laki-laki dan anak laki-laki menyerupai anak perempuan.
  83. Melarang menyerupai orang kafir, munafik dan durhaka. Tidak memasukkan orang yang tidak diridhai, buruk akhlak, ke dalam rumah.
  84. Usahakan anak laki-laki tidak bercampur-baur di tengah komunitas anak perempuan dan anak perempuan di tengah komunitas anak laki-laki, apalagi yang bukan mahram, terlebih ketika mulai usia baligh.
  85. Orang tua searah dan sejalan dalam mendidik dan membimbing.
  86. Tidak memperlihatkan adanya pertengkaran diantara orang tua dihadapan anak.
  87. Tidak bersumpah atau berkata dengan mendoakan keburukan.
  88. Ajarkan bahasa arab. QS. 12:2, 13:37
  89. Ajarkan halal haram dan syubhat.
  90. Ajarkan bersikap benar dan tegar mendapat musibah.
  91. Jelaskan untuk menarik perhatian anak, nikmat-nikmat Allah. QS. 16:53, 14:24. 49:17. 16:83, 55:51.
  92. Minta anak tertua berperan dan mendorong adik-adiknya berbuat baik.
  93. Menasihati dan mengajari saat berjalan bersama.
  94. Hidupkan majelis ilmu dalam keluarga.
  95. Memberikan informasi dan pemahaman yang shahih tentang perubahan jasmani dan kejiwaan saat beranjak baligh dengan penerangan yang islami dan mendidik.
  96. Nikahkan setelah dewasa.
  97. Sekali-kali kunjungi rumah anak setelah menikah untuk melihat keimanan, kesehatan dan kebutuhan lainnya. QS. 66:6.
  98. Jadilah orang tua yang shalih, selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. QS. 18:82, 52:21, 13:23.
  99. Suami istri berbakti kepada orang tuanya.
  100. Membuat perencanaan dan evaluasi apa yang telah dilakukan kepada anak pada waktu yang lalu. QS. 59:18.
  101. Ikhlas dalam mendidik, istiqamah menerapkan peraturan dan terus mengamalkan kiat-kiat diatas. QS. 3:185, 39:15-16, 29:69.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s