Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Maha Pencipta, Maha Pemberi Rezeki, Maha Penyantun, Maha Menjaga, Maha Pemberi nikmat dan karunia, Maha dekat dan Maha Menjawab permohonan hamba-Nya, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Sehingga rasa malu kepada-Nya, pengakuan terhadap karunia-Nya dan rasa syukur atas nikmat-Nya, yang mendorong seseorang muslim melakukan apa-apa yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Maha mulia, Maha tinggi, Maha besar dan Maha agung.

Sehingga rasa penghormatan terhadap kemuliaan-Nya, sikap khusyuk terhadap keagungan-Nya dan sikap pasrah kembali kepada-Nya, yang mengharuskan seorang muslim untuk melakukan apa-apa yang dicintai dan diridha-Nya.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Maha Mengetahui, Maha Meliputi dan Maha Mengetahui setiap rahasia dan bisikan hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala, Maha Mengetahui tentang hal-hal lahir maupun batin dari hamba-Nya. Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang selalu menyertai hamba-Nya dalam setiap apa yang terbersit dalam pikirannya dan pada setiap apa yang dikerjakan kedua tangannya. Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha kuasa, Maha perkasa dan Maha Memelihara.

Dialah yang tidak ada tempat untuk lari dan menghindar dari-Nya, serta tiada sesuatupun yang dapat melindungi dari-Nya dan tiada pula yang dapat menolak keputusan-Nya. Dia pula Maha Menghitung, yang memberikan balasan atas kejahatan dengan adil dan memberikan pahala atas kebaikan atas kebaikan dengan karunia-Nya. Maka, rasa takut terhadap keperkasaan-Nya, keinginan akan pahala-Nya dan rasa takut terhadap siksaan-Nya, mengharuskan seorang muslim untuk selalu melakukan hal-hal yang dicintai dan diridha-Nya.

( Al-Baqarah: 165 ) Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

( At-Taubah: 24 ) Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

( Al-Ma’idah: 54 ) Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s