Maryam: 47 – Tafsir Ibnu Katsir

47. Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Rabb-ku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

Berkata Ibrahim kepada ayahnya: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu,” sebagaimana firman Allah Ta’ala tentang sifat orang-orang yang beriman: “dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik” (QS. Al-Furqaan: 63).

Makna perkataan Ibrahim kepada ayahnya: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu,” yaitu adapun aku tidak akan membalasmu dengan kebencian atau bahaya. Hal itu dikarenakan menghormati ayah, “Aku akan memintakan ampun bagimu kepada Rabb-ku,” akan tetapi, aku akan meminta kepada Allah agar memberi hidayah & mengampuni dosa-dosamu, “Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.”

Ibnu ‘Abbas & selainnya berkata, yaitu sangat baik dengan memberiku petunjuk untuk beribadah & ikhlas hanya kepada-Nya. Qatadah, Mujtahid & selain keduanya berkata: “Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” adalah selalu memperkenankan doa. Sesungguhnya Ibrahim telah meminta ampunan untuk ayahnya dalam waktu yang cukup panjang. Setelah beliau hijrah ke Syam, membangun Masjidil Haram, serta setelah lahirnya Ismai’il & Ishaq alaihimassalam. Dalam firman-Nya: “Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41). Orang-orang Muslim memintakan ampunan untuk para kerabat & keluarga mereka yang musyrik pada masa permulaan Islam. Hal itu karena meneladani Ibrahim al-Khalil, hingga Allah menurunkan:

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah.” (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.”
Yaitu kecuali perkataan ini, janganlah kalian ikuti. Kemudian Allah Ta’ala menjelaskan, bahwa Ibrahim telah mencabut, menarik kembali perkataannya tersebut. Allah Ta’ala berfirman: “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (QS. At-Taubah: 113-114).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s