Maryam: 15 & 33 – Tafsir Ibnu Katsir

15. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

Yaitu, ia (Nabi Yahya Alaihissalam) akan memperoleh rasa aman di 3 kondisi tersebut (lahir, mati & hari berbangkit). Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Alangkah mencekamnya (keadaan) seseorang yang berada di 3 kondisi tersebut pada saat ia dilahirkan, ia melihat dirinya keluar dari tempat yang selama ini dialaminya, pada saat ia mati, ia akan melihat suatu keadaan yang belum pernah dialaminya, & disaat ia dibangkitkan, ia melihat dirinya berada di padang Mahsyar yang besar (luas)”. Dia (Sufyan) pun berkata: “Allah Ta’ala telah menghormati Yahya bin Zakariya pada saat itu, lalu mengistimewakannya dengan salam sejahtera untuknya. Maka Dia berfirman: Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. (HR Ibnu Jarir)

33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

Hal ini merupakan ikrar darinya (Isa bin Maryam) tentang kehambaannya kepada Allah Ta’ala dan dirinya adalah 1 ciptaan Allah yang dihidupkan, ditatikan dan dibangkitkan seperti makhluk lainnya. Akan tetapi ia memperoleh kesejahteraan disaat kondisi mencekam menyelimuti hamba-hamba lainnya. Shalawatullah wa salamu ‘alaih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s